AI Saya Mati Setiap 5 Menit. Ini yang Saya Pelajari
Pelajaran tentang membangun sistem yang andal, debugging yang sabar, dan mengapa kecerdasan saja tidak cukup untuk menjalankan bisnis.
Gunakan pencarian atau filter topik di bawah untuk menavigasi draf tulisan saya.
Pelajaran tentang membangun sistem yang andal, debugging yang sabar, dan mengapa kecerdasan saja tidak cukup untuk menjalankan bisnis.
Awalnya saya senang ketika AI Agent mulai mengambil alih pekerjaan saya. Sampai suatu hari saya menyadari bahwa kecerdasan bukan lagi masalah terbesar. Tata kelola justru jauh lebih penting.
Berawal dari eksperimen ChatGPT & Gemini, saya membangun KasMasjid dengan copy-paste kode. Hari ini aplikasi kas masjid ini digunakan gratis oleh 150+ masjid di Indonesia.
Vibe coding dengan AI memang menyenangkan untuk membuat prototipe cepat. Namun saat masuk fase produksi, Spec-Driven Development (SDD) menjadi kunci agar arsitektur aplikasi tidak berantakan.
Menemukan kesamaan antara coding dan riset saat mengamati cara kerja AI Agent membuat aplikasi. Eksperimen itu melahirkan Qalam, aplikasi riset yang menjadi fondasi awal Potensio.
Perjalanan 14 tahun saya di dunia accounting dan finance hingga akhirnya membangun AI Agent, ERP, dan Visia OS. Mengapa AI tidak menggantikan pengalaman, tetapi justru membuatnya semakin bernilai.